Tinjauan Psikologis dalam Kajian Bahasa: Antara Konsep dan Aplikasi
| Penulis | : | Rosida Tiurma Manurung |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | vi + 141 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 220 gram |
Buku Tinjauan Psikologis dalam Kajian Bahasa: antara Konsep dan Aplikasi menghadirkan perspektif integratif mengenai bahasa sebagai fenomena yang tidak hanya struktural, tetapi juga psikologis dan humanistik. Bahasa dalam karya ini dipahami bukan sekadar sistem tanda yang terdiri atas fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik, melainkan sebagai ekspresi pikiran, emosi, relasi sosial, dan dinamika mental manusia. Dengan pendekatan interdisipliner, buku ini menjembatani linguistik dan psikologi untuk memperlihatkan bahwa bahasa adalah cermin sekaligus pembentuk kehidupan batin manusia.
Pada bagian konseptual, buku ini menguraikan landasan teoritis mengenai hubungan antara bahasa dan proses psikologis. Bahasa dibahas sebagai aktivitas kognitif yang melibatkan memori, persepsi, konseptualisasi, dan regulasi emosi. Setiap ujaran dipandang sebagai tindakan psikologis yang mengandung niat (ilokusi) dan dampak (perlokusi). Perspektif ini memperkaya pemahaman linguistik dengan menempatkan manusia sebagai subjek utama bahasa. Bahasa bukan entitas abstrak yang berdiri sendiri, melainkan praktik mental yang hidup dalam interaksi sosial.
Selain dimensi kognitif, buku ini menekankan peran bahasa dalam regulasi emosi dan pembentukan kesehatan mental. Ujaran positif, empatik, dan suportif dapat berfungsi sebagai dukungan psikologis yang memperkuat resiliensi individu. Sebaliknya, bahasa yang agresif, merendahkan, atau penuh tekanan dapat memengaruhi harga diri dan kesejahteraan mental. Dengan demikian, bahasa memiliki daya konstruktif sekaligus destruktif, tergantung pada cara dan konteks penggunaannya. Perspektif psikologis memungkinkan pembaca memahami mengapa komunikasi verbal memiliki dampak mendalam terhadap kondisi emosional manusia.
Dalam bagian aplikasi, buku ini mengkaji bagaimana konsep-konsep psikologis dalam bahasa dapat diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan. Di lingkungan keluarga, komunikasi verbal menjadi fondasi pembentukan konsep diri dan kelekatan emosional. Bahasa empatik dalam keluarga terbukti mendukung kesehatan mental anak dan remaja. Dalam dunia pendidikan, penggunaan bahasa yang suportif dan afirmatif membantu menciptakan iklim belajar yang aman secara psikologis. Guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta didik melalui pilihan kata dan gaya komunikasi.
Stok Kosong
Tinjauan Psikologis dalam Kajian Bahasa: Antara Konsep dan Aplikasi
| Penulis | : | Rosida Tiurma Manurung |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | vi + 141 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 220 gram |
Buku Tinjauan Psikologis dalam Kajian Bahasa: antara Konsep dan Aplikasi menghadirkan perspektif integratif mengenai bahasa sebagai fenomena yang tidak hanya struktural, tetapi juga psikologis dan humanistik. Bahasa dalam karya ini dipahami bukan sekadar sistem tanda yang terdiri atas fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik, melainkan sebagai ekspresi pikiran, emosi, relasi sosial, dan dinamika mental manusia. Dengan pendekatan interdisipliner, buku ini menjembatani linguistik dan psikologi untuk memperlihatkan bahwa bahasa adalah cermin sekaligus pembentuk kehidupan batin manusia.
Pada bagian konseptual, buku ini menguraikan landasan teoritis mengenai hubungan antara bahasa dan proses psikologis. Bahasa dibahas sebagai aktivitas kognitif yang melibatkan memori, persepsi, konseptualisasi, dan regulasi emosi. Setiap ujaran dipandang sebagai tindakan psikologis yang mengandung niat (ilokusi) dan dampak (perlokusi). Perspektif ini memperkaya pemahaman linguistik dengan menempatkan manusia sebagai subjek utama bahasa. Bahasa bukan entitas abstrak yang berdiri sendiri, melainkan praktik mental yang hidup dalam interaksi sosial.
Selain dimensi kognitif, buku ini menekankan peran bahasa dalam regulasi emosi dan pembentukan kesehatan mental. Ujaran positif, empatik, dan suportif dapat berfungsi sebagai dukungan psikologis yang memperkuat resiliensi individu. Sebaliknya, bahasa yang agresif, merendahkan, atau penuh tekanan dapat memengaruhi harga diri dan kesejahteraan mental. Dengan demikian, bahasa memiliki daya konstruktif sekaligus destruktif, tergantung pada cara dan konteks penggunaannya. Perspektif psikologis memungkinkan pembaca memahami mengapa komunikasi verbal memiliki dampak mendalam terhadap kondisi emosional manusia.
Dalam bagian aplikasi, buku ini mengkaji bagaimana konsep-konsep psikologis dalam bahasa dapat diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan. Di lingkungan keluarga, komunikasi verbal menjadi fondasi pembentukan konsep diri dan kelekatan emosional. Bahasa empatik dalam keluarga terbukti mendukung kesehatan mental anak dan remaja. Dalam dunia pendidikan, penggunaan bahasa yang suportif dan afirmatif membantu menciptakan iklim belajar yang aman secara psikologis. Guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta didik melalui pilihan kata dan gaya komunikasi.
Stok Kosong