Menu

Pendidikan Adab Rasa Lokal

Penulis : Dr. Ulil Amri Syafri, M.A.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xiv + 197 hlm.
ISBN : 978-623-466-263-4
Cover : Soft cover
Berat : 310 gram

Dengan penuh kesyukuran, buku ‘Pendidikan Adab Rasa Lokal’ bisa hadir di hadapan pembaca yang budiman. Bisa dikatakan buku ini sebagai kelanjutan buku penulis sebelumnya, khususnya pembahasan akhlak. Buku ini tetap dalam semangat membangun paradigma bahwa betapa pentingnya akhlak mulia, karakter, mental, atau attitude, dalam kerangka berpikir pendidikan dan pengajaran di Indonesia. Jangan pernah berhenti! Pembicaraan akhlak ternyata begitu luas, apalagi jika dibahas bersamaan dengan adab. Titik pandang dan analisisnya semakin melebar sebab pembicaraan adab melibatkan budaya, kebiasaan masyarakat, bahkan juga wahyu-Nya. Di banyak bahasan para ilmuwan muslim, ada titik tekan yang berbeda antara istilah akhlak mulia (akhl?q al-kar?mah) dengan adab, walaupun ada juga titik persamaannya. Artinya, penggunaan istilah dalam tradisi keilmuan oleh para ulama selalu sarat dengan pemaknaan yang argumentatif. Tidak sekadar mudah digunakan, apalagi semata-mata disamakan. Dalam konteks pengembangan keilmuan, termasuk ilmu pendidikan, melakukan analisis komparasi istilah sangat dibutuhkan agar perkembangan keilmuan makin meluas dan mendalam, termasuk bisa menemukan titik perbedaan dan titik persamaannya.

Stok Kosong

Pendidikan Adab Rasa Lokal

Penulis : Dr. Ulil Amri Syafri, M.A.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xiv + 197 hlm.
ISBN : 978-623-466-263-4
Cover : Soft cover
Berat : 310 gram

Dengan penuh kesyukuran, buku ‘Pendidikan Adab Rasa Lokal’ bisa hadir di hadapan pembaca yang budiman. Bisa dikatakan buku ini sebagai kelanjutan buku penulis sebelumnya, khususnya pembahasan akhlak. Buku ini tetap dalam semangat membangun paradigma bahwa betapa pentingnya akhlak mulia, karakter, mental, atau attitude, dalam kerangka berpikir pendidikan dan pengajaran di Indonesia. Jangan pernah berhenti! Pembicaraan akhlak ternyata begitu luas, apalagi jika dibahas bersamaan dengan adab. Titik pandang dan analisisnya semakin melebar sebab pembicaraan adab melibatkan budaya, kebiasaan masyarakat, bahkan juga wahyu-Nya. Di banyak bahasan para ilmuwan muslim, ada titik tekan yang berbeda antara istilah akhlak mulia (akhl?q al-kar?mah) dengan adab, walaupun ada juga titik persamaannya. Artinya, penggunaan istilah dalam tradisi keilmuan oleh para ulama selalu sarat dengan pemaknaan yang argumentatif. Tidak sekadar mudah digunakan, apalagi semata-mata disamakan. Dalam konteks pengembangan keilmuan, termasuk ilmu pendidikan, melakukan analisis komparasi istilah sangat dibutuhkan agar perkembangan keilmuan makin meluas dan mendalam, termasuk bisa menemukan titik perbedaan dan titik persamaannya.

Stok Kosong

Buku Rekomendasi