Pembangunan Politik: Negara, Kekuasaan, Institusi, Demokrasi, dan Transformasi Global South
| Penulis | : | Assoc. Prof. TB. Massa Djafar, Ph.D. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | xii + 540 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 760 gram |
Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa pembangunan politik tidak bersifat linear. Tidak ada satu jalur tunggal yang dapat diberlakukan secara universal bagi semua negara. Pengalaman sejarah, warisan kolonial, struktur ekonomi, komposisi sosial, relasi kelas, dinamika elite, identitas kolektif, konflik, serta posisi suatu negara dalam tata global turut membentuk arah pembangunan politik. Karena itu, teori pembangunan politik perlu dibaca secara kritis. Teori modernisasi, teori dependensi, world-system theory, historical institutionalism, state capacity theory, political settlements, teori demokratisasi, teori oligarki, feminist political theory, hingga perspektif dekolonial perlu dipahami bukan sebagai doktrin tunggal, melainkan sebagai perangkat analitis yang dapat digunakan untuk membedah realitas politik yang kompleks.
Stok Kosong
Pembangunan Politik: Negara, Kekuasaan, Institusi, Demokrasi, dan Transformasi Global South
| Penulis | : | Assoc. Prof. TB. Massa Djafar, Ph.D. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | xii + 540 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 760 gram |
Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa pembangunan politik tidak bersifat linear. Tidak ada satu jalur tunggal yang dapat diberlakukan secara universal bagi semua negara. Pengalaman sejarah, warisan kolonial, struktur ekonomi, komposisi sosial, relasi kelas, dinamika elite, identitas kolektif, konflik, serta posisi suatu negara dalam tata global turut membentuk arah pembangunan politik. Karena itu, teori pembangunan politik perlu dibaca secara kritis. Teori modernisasi, teori dependensi, world-system theory, historical institutionalism, state capacity theory, political settlements, teori demokratisasi, teori oligarki, feminist political theory, hingga perspektif dekolonial perlu dipahami bukan sebagai doktrin tunggal, melainkan sebagai perangkat analitis yang dapat digunakan untuk membedah realitas politik yang kompleks.
Stok Kosong