Inyiak Daud Rasyidi: Adab, Agama, dan Budaya
| Penulis | : | Dr. Ulil Amri Syafri |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xx + 79 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-682-3 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 120 gr |
Buku ini mengangkat sosok Inyiak Daud Rasyidi, ulama kharismatik asal Balingka, yang dikenal karena kebijaksanaannya dalam merangkul masyarakat yang tegas dalam prinsip dan adat. Di tengah dinamika sosial Minangkabau yang kerap diliputi adu pendapat, kehadiran beliau menawarkan kesejukan, menjadi penengah dalam perbedaan, dan penjaga harmoni antara adat dan syariat. Tak hanya dikenal di kampung halaman, pengaruh Inyiak Daud Rasyidi menjangkau lebih luas karena peran aktifnya dalam membina umat dan menjalin persahabatan dengan tokoh besar seperti Inyiak Djamil Djambek.
Menariknya, kisah-kisah inspiratif dari murid-murid beliau, seperti Syekh Haji Adam BB yang dikenal sebagai pendekar silat, mengungkap bahwa surau kala itu bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat pembentukan karakter, budaya, dan keberanian. Buku ini memperlihatkan bagaimana ulama seperti Inyiak Daud Rasyidi tidak hanya menjadi panutan dalam ilmu agama, tetapi juga pembina generasi tangguh Minangkabau. Melalui buku ini, pembaca diajak merenungi kembali makna kepemimpinan spiritual yang merangkul, membimbing, dan menginspirasi.
Stok Kosong
Inyiak Daud Rasyidi: Adab, Agama, dan Budaya
| Penulis | : | Dr. Ulil Amri Syafri |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xx + 79 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-682-3 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 120 gr |
Buku ini mengangkat sosok Inyiak Daud Rasyidi, ulama kharismatik asal Balingka, yang dikenal karena kebijaksanaannya dalam merangkul masyarakat yang tegas dalam prinsip dan adat. Di tengah dinamika sosial Minangkabau yang kerap diliputi adu pendapat, kehadiran beliau menawarkan kesejukan, menjadi penengah dalam perbedaan, dan penjaga harmoni antara adat dan syariat. Tak hanya dikenal di kampung halaman, pengaruh Inyiak Daud Rasyidi menjangkau lebih luas karena peran aktifnya dalam membina umat dan menjalin persahabatan dengan tokoh besar seperti Inyiak Djamil Djambek.
Menariknya, kisah-kisah inspiratif dari murid-murid beliau, seperti Syekh Haji Adam BB yang dikenal sebagai pendekar silat, mengungkap bahwa surau kala itu bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat pembentukan karakter, budaya, dan keberanian. Buku ini memperlihatkan bagaimana ulama seperti Inyiak Daud Rasyidi tidak hanya menjadi panutan dalam ilmu agama, tetapi juga pembina generasi tangguh Minangkabau. Melalui buku ini, pembaca diajak merenungi kembali makna kepemimpinan spiritual yang merangkul, membimbing, dan menginspirasi.
Stok Kosong